Tampilkan postingan dengan label modal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label modal. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Desember 2013

Apakah anda punya ide usaha yang inovatif tapi tidak punya modal? Tenang...!!! Kata pepatah lama "Masih banyak jalan menuju Roma".
crowdfunding
sumber gambar: wujudkan.com
Menurut blogger.com, ada beragam cara untuk mendapatkan modal usaha, di antaranya dengan cara menabung, meminjam dana di lembaga keuangan dan keluarga, mencari investor, join ventura, bantuan pemerintah, atau juga lewat crowdfunding. Apa itu crowdfunding? Crowdfunding berasal dari bahasa Inggris, yakni crowd artinya ramai, dan funding artinya pendanaan. Jadi simpelnya, crowdfunding adalah pendanaan usaha yang dilakukan oleh banyak pihak atau dalam istilah di Indonesia disebut patungan usaha (gotong royong). Lalu, bagaimana caranya mencari orang-orang yang mau membiayai ide usaha kita? Jawabannya adalah lewat internet!

Konsep berupa patungan usaha sebenarnya telah muncul berabad-abad silam, namun istilah "Crowdfunding" awalnya mulai populer sekitar tahun 2006 ketika Michael Sullivan menggunakan istilah tersebut dalam situsnya, Fundavlog. Patungan modal dalam crowdfunding dilakukan dengan bantuan internet. Menggalang dana dalam konsep crowdfunding bukan hanya untuk tujuan bisnis, tetapi ada pula untuk tujuan kemanusiaan, kesenian, riset, politik dan lainnya.

Bagaimanakah sistem kerja Crowdfunding? 
Ketika anda punya sebuah ide usaha yang potensial (misalnya mau bikin usaha perpustakaan keliling), anda mempublikasikan ide dan proposal usaha anda di salah satu situs-situs crowdfunding, misalnya pada situs kickstarter.com; indiegogo.com; crowdcube.com; serta di Indonesia ada situs wujudkan.com dan patungan.net! Anda yang punya gagasan proyek disebut sebagai sang kreator. Dalam mempublikasikan ide tersebut, anda harus menentukan jumlah dana yang diperlukan, batasan tenggang waktu dalam mengumpulkan dana tersebut, serta janji-janji yang akan anda berikan bagi para penyumbang modal (donatur) sesuai dengan nilai sumbangannya. Biasanya ada empat jenis pilihan janji yang akan diberikan kepada para donatur jika proyek berhasil diwujudkan, yaitu berupa kepemilikan saham (equity based crowdfunding), berupa bagi hasil (lending based crowdfunding), berupa reward atau hadiah kecil bukan uang (reward based crowdfunding), dan non kompensasi atau donatur tidak mengharapkan imbalan atas sumbangan dananya (donation based crowdfunding). Agar masyarakat (donatur) mau bersedia menyisihkan sedikit uangnya untuk mewujudkan proyek anda, maka anda harus memiliki ide yang briliant, original, menarik, dan berprospek menguntungkan.

Lalu, bagaimana jika dalam batas waktu yang ditentukan (misal 3 bulan) ternyata dana yang berhasil dikumpulkan tidak mencapai target? Uang-uang yang telah diberikan oleh para donatur akan dikembalikan lagi ke rekening mereka masing-masing oleh pengelola situs crowdfunding. Namun jika telah memenuhi target, dana patungan tersebut akan dikirim ke rekening anda dan biasanya dipotong 5% untuk jasa pengelola situs crowdfunding. Langkah selanjutnya adalah anda mulai bersiap mengerjakan project anda dan mempertanggungjawabkan dana tersebut kepada para donatur (atau disebut juga backers) sesuai dengan janji-janji yang telah anda cantumkan pada proposal anda.

Ada banyak cerita manis yang berhasil menciptakan entrepreneur-entrepreneur muda berkat adanya skema bantuan modal crwodfunding. Jika anda mengunjungi situs kickstarter.com, ada ribuan kisah sukses orang-orang yang awalnya tidak punya modal tapi punya ide bisnis yang kreatif kemudian akhirnya berhasil menjadi wirausaha mandiri. Salah satu contohnya adalah Jay Silver asal California yang berhasil memperoleh suntikan dana lebih dari 5 miliar rupiah yang dihimpun dari 11 ribu donatur, padahal target yang dibutuhkan hanya sebesar 250 juta rupiah untuk mengembangkan proyek teknologinya yang diberi nama Makey-Makey. Namun dibalik cerita-cerita sukses tersebut, tak sedikit pula orang-orang yang menghadapi tuntutan hukum karena kelalaiannya sehingga tidak mampu memenuhi janji-janji yang diutarakan pada proposalnya. Jadi, jika anda ingin menggali bantuan modal usaha lewat skema crowdfunding, maka yakinkan diri anda bahwa ide proyek yang anda ajukan tersebut akan dapat anda kerjakan dengan sukses dan bermanfaat!!! Salam kerja & usaha!!!

Jumat, 01 November 2013



Hai sobat !
saya akan berbagi sedikit pengalaman membuat usaha warnet dengan modal kecil
saya ingin berbagi pengalaman saya beberapa bulan lalu.
dulu seusai lulus SMA saya langsung kerja kesana kemari, tapi tiap 2-5 bulan saya keluar, tau alasannya kenapa?
saya cuman ingin mengambil ilmu mereka, kalo udah dapet ya pergi dah :D
lalu setelah beberapa kali kerja di tempat orang, jadi kuli, jadi penjaga warnet, jadi guru, jadi trainer, jadi macem-macem dah pokoknya, hingga akhirnya saya memutuskan untuk berhenti sejenak menenangkan pikiran, dan akhirnya saya memilih kerja sendiri, walau tanpa modal.
itulah awal cerita saya membuat Warnet Sederhana Bermodalkan DENGKUL.
asal sobat tau, saya hanya memegang uang 500 rebu doank. 300 rebu dari gaji terakhir saya, yang 200 dari uang simpanan saya.
pertama kali memang banyak kontrofersi baik dari orang tua, dari temen, bahkan dari diri saya sendiri, namun alhamdulillah DIRESTUI :)
ingin tau rincian membangun warnet modal dengkul?
ini dia:
Ø  Tempat                        : Gratis (punya pakde sendiri)
Ø  Pasang listrik               : 1.700.000 (900watt)
Ø  Cat tembok                  : 23.000 x 2 > 46.000
Ø  Puas                             : 1.500
Ø  Triplek                          : 65.000 x 4 > 260.000
Ø  Kayu reng                    : 15.000 x 2 > 30.000
Ø  Paku                            : 5.000
Ø  Perlak                          : 124.000
Ø  Kabel                           : 50.000
Ø  Pipa besi 2 dim             : 120.000
Ø  Kipas mini                    : 20.000 x 2 > 40.000
Ø  Jam dinding                  : 15.000
Ø  Sapu kipas                   : 7.000
Ø  Lampu                         : 12.000 x 2 > 24.000
Ø  Kabel UTP                  : 120.000
Ø  Monitor                       : 350.000 x 5 > 1.750.000
Ø  Cpu                             : 500.000 x 5 (intel atom, second) > 2.500.000
Ø  Keyboard+mouse dll  : 700.000
Ø  Router mikrotik           : 500.000

TOTAL : 7.992.500 (Hitung 8 Juta aja lah)

Haddah, sudah saya rinci serinci-rincinya :D
Biar jelas dan gak ada biaya tambahan.

Jadi gini, itu saya bikin warnet dengan 4 Client, normalnya bikin warnet kyak gitu minim 10 Juta, tapi bedanya tuh semua barang-barang saya ambil dari tempat berbeda-beda, dan semua pekerjaan mulai dari gergaji, ngecat dll saya kerjakan SENDIRI tanpa tukang atau di bantu siapapun, makanya cumin habis segitu.

Lalu bagaimana bisa saya membangun warnet seperti itu tapi saya cuman megang duit 500 rebu?
hahaha, saya sih hutang aja sama pemilik barang (harus kenal) seperti untuk masalah jaringan, saya hutang aja radio, koneksi dll. untuk masalah komputer saya pinjem aja komputernya dulu ya semua pinjem dah, mereka kan ber investasi, kalau mereka pinjami, mereka yakin kalau dalam waktu dekat atau jauh, saya pasti akan bayar, karena modal - modal tersebut saya buat untuk modal usaha.

Intinya modal kejujuran, kepercayaan, muka gedek, keuletan, kesabaran dan kerja keras.
Kalau soal penghasilan warnet mungkin anda sudah tau sendiri, saya tidak mau mengkalkulasikan, lakukan yang terbaik, jangan slalu ingin jadi bawahan, jadilah BOS walau hanya usaha kecil-kecilan tapi namanya kan tetep BOS :D

Selamat berwirausaha, salam sukses.
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!