Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Desember 2013

Puisi karya Enny Lie


Ayah
Enny Lie

saat ku masih kecil
kau lindungi diriku
kau mengajari aku atas segala cinta kasih sayangmu
saat diriku tlah terbaring lemah
kau hampiri diriku dengan hangat kasih sayangmu
kau sayangi aku dengan cintamu yang tulus

tanpamu,
ku tak sanggup
menjalani hidupku
ayahku sahabatku
kau yang terbaik dalam hidupku
pangkuanmu yang hangat
setia menemani hari-hariku
ku bersyukur kepada Tuhan
tlah mendapat ayah sepertimu

maafkan kesalahanku selama ini
yang melukai hatimu
kan ku ingat semua ketulusanmu ayah
kan ku jaga kasih sayangmu yang ayah berikan
dan ku kenang dalam hatiku selamanya

karena cinta

Enny Lie

pagi ini,
awan putih menghiasi langit biru,
burung berkicau nyaring,
seorang gadis biasa,
di sebuah sudut kamar,
merintih sedih
rintihan air mengalir
tangisan terisak,
mata indahnya memerah
taukah apa yang terjadi pada gadis itu?
cintanya kepada seseorang
seseorang yang ia tunggu selama 3 tahun
hancur karena kata-kata yang menyakitkan itu
pemuda yang ia cintai merendahkan dia
hati ini terasa sakit
ia kehilangan semangat hidup
sungguh perasaan yang menyakitkan
yang akan slalu teringat



ket:
pisinya cuman 2.
tak ap2 ya.
tq.

Minggu, 08 Desember 2013

Kumpulan Puisi Anisatun Arviyani

Puisi 1
Sahabat yang Hilang

Saat hati resah dan bimbang
Saat fikiran melayang
Mengharap Dewa cinta datang
Mwmbawa kedamaian
Mengusik keheningan di sini
Mengajakku terbang tinggi
Menggapai bintang di kejauhan

Sinar bulan yang terang di atas sana
Menembus bumi suci ini
Menumbuhkan ketrentaman hati

Aku duduk termenung
Terlena dengan bayangan wajahnya
Wajahnya yang selalu membuat jiwa ini tenang
Dia yang selalu lembut dan tulus

Sahabat...
Kau datang dengan sejuta cinta
Menyejukkan kalbu ku
Membuat bibir ini terus tersenyum

Berat bagiku membalas semua kasih sayang mu
Namun aku tak mau kehilanganmu
Jangan pergi sahabat ku
Jangan tinggalkan aku sendiri
Jangan biarkan aku kembali di kehidupan yang kelam ini

Terus aku berteriak
Tapi percuma
Kau takkan lagi kembali

Hidup ini hampa tanpamu kawan
Thanks for you
Kau telah mengisi hari hariku
Dengan suka cita dan gembira
Walau tak mungkin lagi kan kulihat ragamu
Namun kau takkan mati di hati ini
Kau teman sejati
Sinarmu yang tak akanpadam
Terus mengiringi ku
Seanjang hidupku

Puisi 2
Tragedi dalam Cinta

Gejolak cinta
Membangunkan raga
Datang..
Bagai ombak menghantam karang
Membuat hati ini selalu tersenyum
Hangat di dada
Bahagia menyelimuti jiwa
Mendampingi setiap langkah
Setia Abadi

Belaian kasih lembut
Tulus menghampiri
Mengusir sepi dan luka di hati

Rangkaian kata kata indah terurai
Janji manis terus terucap
Membuat diri ini terlena

Detik demi detik..
Hingga tahun berganti tahun
Hati ini tlah bersandar pada cinta

Namun tak terhitung waktu..
Cinta itu..
Pergi..
Entah kemana
Dia enggan tuk kembali

Cinta..
Yang dianggap takkan pernah punah
Kini tlah musnah
Menghilang dari kehidupan
Lenyap tiada sisa

Dan...
Hati ini embali menangis
Termakan CINTA

Puisi 3
Secercah Harapan Yang Hilang

Di saat mentari mulai bersinar terang
Di saat burung burung mulai berkicauan
Dan di saat bunga bunga mulai bermekaran

Seekor kupu - kupu terbang
Bagai mengelilingi dunia
Menggenggam harapan yang begitu besar
Dengan semangat yang tak mudah padam
Menengok ke angkasa
Menikmati kemegahan alam

Semilir angin sejuk mengiringinya
Semua makhluk menatap ria
Menjadi saksi hati yang gembira

Namun ketika langit berubah kelam
Sinar mentari tertutup awan
Dedaunan menunduk karna hujan

Ternyata..
Tlah mampu melunturkan jiwa
Semua musnah tak tersisa
Karna ini hanya fatamorgana

Kini tinggallah setitik harapan
Kelak datang masa bahagia
Seutuhnya..
Kumpulan Puisi Muhammad Ismail Husein


Bulu Rinduku

Kesepian ini membuatku terus menjerit
Terasa begitu sakit, menahan perih.
Waktu begitu kejam mendorongku ke terperosok
Terpikir angan yang begitu jauh tak terhingga, memandang dengan hampa.

Hati ini terus mencari, entah kemana angan itu pergi
Terpelosok palung hatipun tak ditemukan.
Pikiran entah terbang kemana, jauh melambung.
Hati ini pergi dengan senyum munafik.

Ombak hati menggerus karang cinta yang tak sempat berlayar
Menepi tanpa hasil yang diinginkan.
Tertiup angin bagai kapas terbelah
Kelam gerhana cinta yang tejadi

Andai ia tahu tentang hati ini.
Andai ia mengerti hati ini.
Kepada siapakah ia bertanya.
Kebingungan semua ini.

Dengarlah aku,
Tatap harapanku,
Raihlah semua citaku,
Genggamlah dengan erat dibenakmu.

Letakan semua ini di meja cintamu,
Yang indah dengan hiasan permata hati,
Lindungilah dengan kasih sayangmu,
Dekaplah dengan pelukanmu.

Semoga engkau melihat katak dalam tempurung
Yang begitu bodohnya tanpa persetujuan
Ingin merasakan sejuknya hawa cintamu
yang suatu saat akan terjadi

Cipt : M. Ismail Husein



Rembulu ilalang di pagi itu

Embun penyegar di pagi itu
Terhempas angin melewati celah hati
Terasa segar bagai api unggun
Begitu indah bagai tempat sampah

Gemuruh suara di pagi hari
Sebagai penasihat hatiku
Kicauan burung sebagai gambaran itu
Mengapa seperti ini?

Buih-buih ilalang bertebangan
Itulah hatiku….
Beras yang terlepas dari gabah
Itulah jiwaku….

Selimut salju yang begitu panas
Menyelimuti penat dihati
Teroyakkan hati yang membisu
Menggemparkan telinga yang sedang tentram

Kain itu ntah kemana perginya
Bagai bulu ilalang
Berterbangan mengikuti arah angin
Terbawa arus yang menggoyakkan

Cipt: M Ismail Husein



TEKA TEKI CINTA

Terpelosok di belenggu cinta
Tak pernah terbayang olehku sebelumnya
Kesaksian biksu yang membuat hati terombang ambing
Menerpa kesaksian yang membingungkan

Meratapi dengan keheningan cinta
Memunculkan berbagai diafragma
Membentuk sudut yang bertolak belakang
Menahan semua yang terjadi

Desakan diri terus bermunculan dari berbagai arah
Melawan kerasnya air
Menahan lembutnya batu
Merundukan semua yang terjadi

Mungkin dia tidak tahu
Mungkin dia tak bersamaku
Mungkin dia selalu tersenyum
Tapi ku harap dia mengerti dengan keadaan ini

Kesendirian membuatku merasa tenang
Berpapasan membuat lengkungan yang tak diinginkan
Mengingatnya yang tak terelakan
Memperburuk keadaan yang damai

Pertahanan cintaku hancur oleh meriamnya
Panah cinta terkalahkan oleh pistol hati
Perisai jiwa hilang entah kemana
Tertusuk musuh yang begitu lemah

Waktu yang berjalan sangat berharga bagiku
Langkah kaki yang terikat
Ikatan diri yang tak terlepas apapun
Satu kunci semua itu,,,,, pengertian

Cipt : M Ismail Husein



Harmoni terlewatkan Shimponi

Embun kesunyian menyayat kulit ini
Tak terasa jarum jam terus berlari
Ingin mengulang semua yang terjadi
Entah mengapa dilapisi tembok terlarang

Mata menatap ke atas
Hampa….
Hening….
Begitulah lalu lintas cinta…

Tak mengenal jasanya
Mengingat semua memorinya
Terhempas angin embun pagi
Shimponi yang tak terlewatkan kenangannya

Jiwa yang tak terlindungi
Raga yang menyendiri
Seolah menjerit dengan semua ini
Tak tahu mengapa ini terjadi

Shimponi yang terlewatkan
Harmoni yang telah terjadi
Seolah mengerak di benakku
Menggesang dihatiku

Siapakah dia sekarang?
Kemana dia yang dulu?
Apa yang terjadi?
Kapan ini semua berakhir?

Memandangnya bahagia
Melihatnya tersenyum senang
Menyimaknya bagai angin
Yang terus mengikutimu………. CINTA

Cipt : Muhammad Ismail Husein



CiDuri kebohongan

Jauh…
Tak terbayang….
Meraih api…
Sakit….
Perih….
Hancur…
Gundah…
Gemuruh…
Takut….
Menjerit…

Hatiku terus bertanya dengan ku
Hai?, kenapa.
Tak sebutir katapun tergelincir
Terhalang oleh itu

Waktu yang sengaja mempertemukan
Bertambah perih di dada
Hanya melihat ia berkata
Dengan sejuta aroma perih

Kejujuran membuatku tergoyahkan
Pilar hatipun tak mampu menahannya
Besi penyangga jiwa jatuh bagai tak berdaya
Menimpa semua yang ada

Embun penyejuk datang dengan kabar gembira
Kejujuran mengobatinya
Meski air mata tak terbendung lagi di dalam hati
Membuat bebas hati yang terkurung penasaran

Dia sudah paham hatiku
Meski tak ada kata yang berani maju
Bersikap tak menentu
Bagai ratu yang mengangkat tahta

Cipta : M Ismail Husein


Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!